Selasa, 30 Januari 2018

Teruntuk Putriku Tercinta

Teruntuk Putri-putriku

Aku tahu ini tak akan semudah yang engkau pikirkan
Putriku… engkau memang bukanlah putri raja arab ataupun orang arab… namun berhijablah
Putriku… Ayah mu pun bukanlah raja arab… namun berhijablah
Putriku… Aku pun demikian… bukan orang arab tapi akupun berhijab… sama sepertimu
Dan yang kutahu kau dan aku berhijab bukan karena meniru orang arab..
Yang kutahu Tuhanku dan Tuhanmu… Allah ‘azza wa jalla memerintahkan demikian

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

Walaupun suatu saat nanti… jangankan satu putri Arab yang enggan berhijab… seluruh wanita di dunia enggan berhijab… kuharap hanya engkau putriku tetaplah demikian dengan hijabmu… karena cintamu pada Rabb mu dan Rasulullah di atas segalanya

Karena Rasul kita Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada ummat nya
“………Karena barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunnah-ku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin yang mereka itu telah diberi petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian…..” [HR. At Tirmidzi no. 2676. ia berkata: “hadits ini hasan shahih”]

“Akan tiba suatu zaman bagi manusia, barnagsiapa di antara mereka yang bersabar berpegang teguh pada agamanya, ia ibarat menggenggam bara api” (HR. At Tirmidzi 2260, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi) 

 #pesan mama untuk Ara dan Aqila

Nasihat ini kupersembahkan untuk putri-putri mama yaitu Ara (Afra Saskia Lestari) dan Qila (Aqila Syahanna Lestari). Mama tau mungkin kalian belum mengerti karena usia Ara masih 22 bulan dan adek Qila masih dalam perut mama usia 39 minggu. Mama menuliskan nasihat ini karena sayang kalian berdua dan sebelum mama menjadi tua serta akan mulai lupa akan nasihat ini. Semoga bermanfaat buat Ara dan Qila. I love you both :)

Klaten, Rabu, 31 Januari 2018
Dikala Mendung Menyapa

(Sumber: gloomysunset)

Kamis, 18 Januari 2018

Jangan Pernah Menyepelekan Doa



Jangan Pernah Menyepelekan Doa

Bismillah

Entah mengapa ketika senja sore selalu ingin menulis. Mungkin ketika itulah semua perkara duniawi akan ditinggalkan, menyambut malam untuk beristirahat, bertemu suami dan bersenda gurau dengan si kecil. Sungguh hilanglah penat setelah segala aktivitas yang dikerjakan.

Hari telah larut, aku melihat paras wajah suami yang menyimpan seluk beluk masalah pekerjaan dan kehidupan, sirna dengan sambutan canda tawa si kecil.  Aku tau, tubuh dan pakaiannya seolah melekat menjadi satu dengan kulit yang basah oleh keringat, lutut yang lelah seolah kaki tak mampu berjalan, sedih yang tak bisa dielakkan dari senyum wajah yang terpaksa.

Dalam setiap pekerjaan selalu ada persimpangan dan setiap kali menemui persimpangan, ketika segenap usaha sudah dilakukan seolah tak berarti. Disitulah sesungguhnya manusia diuji, bahwa sesungguhnya kita manusia adalah makhluk yang lemah. Maka berdoalah berdoalah berdoalah, mintalah kepada Sang Maha Kuat. Allah ‘Azza wajalla…
Terkesima dengan nasihat dari Ustadz Firanda tentang Do’a.
Kepada saudaraku yang hatinya terluka
Kalbunya dimakan kesedihan dan kegelisahan
Kepada saudaraku yang dilindas dan digilas beratnya kemiskinan, dililit hutang yang menggunung
Kepada saudaraku yang memikul segunung problematika yang merasa seluruh jalan dan sebab telah tertutup…
Apakah kau lupa senjatamu yang sangat ampuh??
DOA…dialah permohonan yang ditujukan kepada Pencipta alam semesta ini
 Apakah kau meremehkannya???

Al-Imam As-Syaafi’i rahimahullah berkata :

أَتَهْزَأُ بِالدُّعَاءِ وَتَزْدَرِيهِ *** وَمَا تَدْرِي بِمَا صَنَعَ الدُّعَاءُ

Apakah engkau mengejek doa dan menyepelekannya. Tidakkah engkau tahu apa yang bisa diperbuat oleh doa?

سِهَامُ اللَّيلِ لا تُخْطِي وَلَكِنْ *** لَهَا أَمَدٌ وَلِلْأَمَدِ انْقِضَاءُ

Anak panah yang dilepaskan di malam hari, tidak akan meleset
Akan tetapi…
Anak panah tersebut ada waktunya/tempo untuk mengenai…dan setiap waktu pasti ada akhirnya
Janganlah pernah meremehkan doa. Ia adalah senjata kaum shalihin bahkan senjata para Nabi ‘alaihim as-salaam.

Angkatlah kedua tanganmu. Mintalah kepada Rabb-mu. Jangan pernah malu untuk meminta kepada Rabb-mu yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang kepada para hambaNya.
Curahkan segala keluh kesahmu kepada Rabb-mu yang lebih rahmat kepada seorang hamba dari kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
Masihkah engkau berburuk sangka kepadaNya, masihkah engkau enggan untuk berdoa??
Bangunlah di gelapnya malam tatkala semua orang tertidur pulas, keluhkan seluruh bebanmu kepada Allah….

لاَ تَسْأَلَنَّ بَنِي آدَمَ حَاجَةً *** وَسَلِ الَّذِي أَبْوَابُهُ لاَ تُحْجَبُ

Jangan sekali-kali engkau meminta hajatmu kepada anak Adam…
Akan tetapi mintalah kepada Dzat yang pintu-pintunya tidak pernah tertutup

اللهُ يَغْضَبُ إِنْ تَرَكْتَ سُؤَالَهُ *** وَبَنِي آدَمَ حِيْنَ يُسْأَلُ يَغْضَبُ

Allah murka jika engkau tidak meminta kepadaNya
Adapun anak Adam jika engkau meminta-minta kepadanya maka ia marah.


Teruntuk Suamiku, jangan pernah lelah, insyaallah peluhmu tak akan sia-sia.

 *********

Hari Jumat yang mendung

Klaten, 19 Januari 2018

Bersedih, Memang Boleh?

 BERSEDIH, MEMANG BOLEH?  Aku tahu, kehidupan di dunia ini tidaklah mudah dan tentu saja tak selalu indah. Kesedihan dan kebahagiaan selalu ...