Jangan Pernah Menyepelekan Doa
Bismillah
Entah mengapa ketika senja sore selalu ingin menulis.
Mungkin ketika itulah semua perkara duniawi akan ditinggalkan, menyambut malam
untuk beristirahat, bertemu suami dan bersenda gurau dengan si kecil. Sungguh
hilanglah penat setelah segala aktivitas yang dikerjakan.
Hari telah larut, aku melihat paras wajah suami yang menyimpan
seluk beluk masalah pekerjaan dan kehidupan, sirna dengan sambutan canda tawa
si kecil. Aku tau, tubuh dan pakaiannya
seolah melekat menjadi satu dengan kulit yang basah oleh keringat, lutut yang
lelah seolah kaki tak mampu berjalan, sedih yang tak bisa dielakkan dari senyum
wajah yang terpaksa.
Dalam setiap pekerjaan selalu ada persimpangan dan setiap
kali menemui persimpangan, ketika segenap usaha sudah dilakukan seolah tak
berarti. Disitulah sesungguhnya manusia diuji, bahwa sesungguhnya kita manusia
adalah makhluk yang lemah. Maka berdoalah berdoalah berdoalah, mintalah kepada
Sang Maha Kuat. Allah ‘Azza wajalla…
Terkesima dengan nasihat dari Ustadz Firanda tentang Do’a.
Kepada saudaraku yang hatinya terluka
Kalbunya dimakan kesedihan dan kegelisahan
Kepada saudaraku yang dilindas dan digilas beratnya kemiskinan, dililit
hutang yang menggunung
Kepada saudaraku yang memikul segunung problematika yang merasa seluruh
jalan dan sebab telah tertutup…
Apakah kau lupa senjatamu yang sangat ampuh??
DOA…dialah permohonan yang ditujukan kepada Pencipta alam semesta ini
Apakah kau meremehkannya???
Al-Imam As-Syaafi’i rahimahullah berkata :
أَتَهْزَأُ بِالدُّعَاءِ وَتَزْدَرِيهِ *** وَمَا تَدْرِي بِمَا
صَنَعَ الدُّعَاءُ
Apakah engkau mengejek doa dan menyepelekannya. Tidakkah engkau tahu
apa yang bisa diperbuat oleh doa?
سِهَامُ اللَّيلِ لا تُخْطِي وَلَكِنْ
*** لَهَا أَمَدٌ وَلِلْأَمَدِ انْقِضَاءُ
Anak panah yang dilepaskan di malam hari, tidak akan meleset
Akan tetapi…
Anak panah tersebut ada waktunya/tempo untuk mengenai…dan setiap waktu
pasti ada akhirnya
Janganlah pernah meremehkan doa. Ia adalah senjata kaum shalihin bahkan
senjata para Nabi ‘alaihim as-salaam.
Angkatlah kedua tanganmu. Mintalah kepada Rabb-mu. Jangan pernah malu
untuk meminta kepada Rabb-mu yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang kepada para
hambaNya.
Curahkan segala keluh kesahmu kepada Rabb-mu yang lebih rahmat kepada
seorang hamba dari kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
Masihkah engkau berburuk sangka kepadaNya, masihkah engkau enggan untuk
berdoa??
Bangunlah di gelapnya malam tatkala semua orang tertidur pulas, keluhkan
seluruh bebanmu kepada Allah….
لاَ تَسْأَلَنَّ بَنِي آدَمَ حَاجَةً
*** وَسَلِ الَّذِي أَبْوَابُهُ لاَ
تُحْجَبُ
Jangan sekali-kali engkau meminta hajatmu kepada anak Adam…
Akan tetapi mintalah kepada Dzat yang pintu-pintunya tidak pernah
tertutup
اللهُ يَغْضَبُ إِنْ تَرَكْتَ سُؤَالَهُ
*** وَبَنِي آدَمَ حِيْنَ يُسْأَلُ
يَغْضَبُ
Allah murka jika engkau tidak meminta kepadaNya
Adapun anak Adam jika engkau meminta-minta kepadanya maka ia marah.
Teruntuk Suamiku, jangan pernah lelah, insyaallah peluhmu tak akan
sia-sia.
*********
Hari Jumat yang mendung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar