Kamis, 16 April 2015

Situbondo, Kota yang Selalu Kurindukan

Situbondo, kota kecil yang damai bahkan dapat dikatakan kota yang sepi tidak banyak yang berubah dari semenjak aku kecil hingga saat ini (tahun 2015). Situbondo adalah kota kelahiranku, jelas sekali jika kota kecil ini akan selalu kurindukan. Semenjak lahir sampai SMA, aku tinggal di kota ini, dididik dan dibesarkan. Jadi banyak kenangan di kotaku ini.
Dirumah kecil dan sederhana ini banyak menyimpan sejuta (bahkan lebih dari itu) kenangan-kenangan yang tak akan pernah kulupakan. Kebahagiaan,kesedihan, canda dan tawa akan terus terukir dalam hati yang terdalam. Kenangan-kenangan itu yang telah membuat ku menjadi seperti yang sekarang ini. Sayangnya aku tidak mempunyai foto rumah sederhanaku ketika aku kecil. Lain waktu akan kutampilkan rumahku, in syaAllah :)
Selain karena banyak kenangan, Situbondo juga mempunyai tempat-tempat yang bagus. Ada beberapa foto yang diambil oleh kakakku ketika pulang kampung. Aku ingin menampilkan foto asli yang diambil sendiri, tidak dari google.

Kedua Foto ini adalah Pelabuhan Panarukan. Pelabuhan ini adalah dermaga sisa penjajahan Belanda yang didirikan pada tahun 1980, namanya Maactschappij Panaroekan. Dulunya pelabuhan ini digunakan sebagai berlabuhnya kapal-kapal besar, seiring dengan mendangkalnya pantai akhirnya hanya digunakan untuk kapal-kapal kecil.


Pelabuhan lain yang ada di Situbondo adalah Pelabuhan Kalbut. Pelabuhan ini merupakan tempat bersandarnya kapal-kapal kecil yang melayani rute menuju pulau madura. 


Foto yang ini adalah foto salah satu pantai terkenal bagi arek-arek Situbondo, Pantai Pathek. Pantai Pathek ini banyak dikunjungi orang, terutama para remaja. Pemandangan ketika menjelang sunset indah sekali, tapi sayangnya pantai ini kurang terawat, banyak sampah :( . Dulu aku sering ke pantai ini karena ada kapal besar yang selalu terlihat ditengah laut, tapi sekarang sudah tidak ada lagi.

Selain pantai ada juga beberapa peninggalan Belanda. Di Situbondo ada pabrik gula peninggalan Belanda yang sampai saat ini masih berfungsi, keren :)
Pabrik Gula Wringin Anom ini didirikan pada tahun 1881 oleh Factory yang berkedudukan di Belanda. Pada tahun 1958 semua perusahaan yang didirikan Belanda diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan dinasionalisasikan.

Foto dibawah ini adalah foto old railway PG Wringin Anom - Kendit


Foto yang satu ini menyimpan sejarah. Ketika kecil, aku sering jalan-jalan pagi bersama kakak dan saudara-saudaraku. Tempat yang paling sering aku singgahi adalah jalan tembus (begitu masyarakat Situbondo menyebutnya), di Desa Sumberkolak. Berangkat setelah sholat subuh dan akan pulang ketika matahari sudah meninggi. Ketika sudah ada di atas bukit aku selalu memandangi gunung Putri. Dikatakan gunung Putri karena gunung itu membentuk struktur wajah yang terlihat dari samping, terlihat ada lekukan mata, hidung dan mulut :)


Foto-foto berikut adalah foto beberapa desa yang diambil oleh Kakak. 

Kedua foto diatas diambil di desa Lugundang, Situbondo.

Foto ini diambil di desa Dhuwet, Situbondo.

Foto-foto di atas adalah sedikit potret keindahan kota Situbondo.
Kota kecil yang selalu kurindukan
SITUBONDO


Bogor, 16 April 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bersedih, Memang Boleh?

 BERSEDIH, MEMANG BOLEH?  Aku tahu, kehidupan di dunia ini tidaklah mudah dan tentu saja tak selalu indah. Kesedihan dan kebahagiaan selalu ...