Hujan...
Hari ini, sejak memasuki waktu subuh hujan mengguyur kota Seribu Candi ini, ya kota Klaten. Kulihat melalui jendela kamar suasana diluar, sepi dan segar. Terlintas dihati, ahh damainya pagi ini. Rintik air hujan yang menyentuh bumi membuat geosmin yang dihasilkan bakteri Streptomyces terpecah. Menghasilkan bau tanah yang menenangkan atau dikenal dengan petrichor.
Halaman berbatu di depan rumah, Tulungagung
Hujan...hujan selalu ditunggu namun juga dibenci, bahkan diumpat dan dimaki. Hujan membawa hawa dingin tapi dibalik itu ada kehangatan. Ya kehangatan tentang cinta, rindu, dan kenangan.
Sejak dulu, pertama kali yang terlintas ketika melihat dan merasakan hujan selalu mengingatkanku pada keluargaku, dulu, saat aku masih berusia anak-anak. Ketika hujan kami selalu berkumpul diruang tamu sambil bercerita, bergilir tanpa rencana. Kadang kami senyum, gemas dan tertawa bersama mendengar lantunan cerita yang kami bawakan.
Ahh...rindu sekali dengan keluarga ku begitu juga suasananya. Sederhana tapi bahagia. Keluargaku seperti tetesan embun yang menyejukkan. Bagaimana tidak? Keluarga selalu ada di sampingku saat aku terpuruk, selalu mendoakan yang terbaik, dan mereka pulalah yang akan mengurusku ketika aku tiada. Keluarga adalah lebih dari sekedar sahabat sejati.
Semoga hujan selalu mengingatkanku untuk selalu bersyukur dan jauhkanlah mulut kami dari caci maki tak berguna.
Serta hawa dingin yang dibawanya mengingatkanku untuk selalu rendah hati kepada siapapun.
Tetesan hujan pada daun mawar merah milik Ibu, Tulungagung
“Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). ” (QS. An Nahl: 65)
Hujan selalu membawa pesan dan kesan tersendiri. Keberadaannya tidak hanya dibutuhkan oleh kita sebagai manusia tapi bumi pun membutuhkannya.
Videos by micas_world
A slight rain comes, bathed in dawn light.
I hear it among treetop leaves before mist
Arrives. Soon it sprinkles the soil and,
Windblown, follows clouds away. Deepened
Colors grace thatch homes for a moment.
Flocks and herds of things wild glisten
Faintly. Then the scent of musk opens across
Half a mountain -- and lingers on past noon.
(Morning Rain by Du Fu)
Morning Rain
Klaten, 6 Februari 2019




Tidak ada komentar:
Posting Komentar